Bupati Maesyal saat menyerahkan bantuan untuk pegiat seni. TANGERANG — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menghadiri kegiatan NGEMAS (Ngeriung Maesyal) yang digelar di Padepokan Seni Gema Wirahma, Desa Pangkat, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Jumat (18/9/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid berdialog langsung dengan masyarakat dan para pelaku seni untuk menyerap aspirasi terkait kondisi serta kebutuhan pengembangan seni dan budaya di wilayah tersebut.
“Kegiatan hari ini kita bersilaturahmi dengan masyarakat, sekaligus berdiskusi terkait bidang kesenian dan budaya, khususnya di Sanggar Gema Wirahma,” ujar Maesyal.
Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Tangerang telah memberikan dukungan terhadap kegiatan kesenian di Padepokan Gema Wirahma, salah satunya melalui bantuan peralatan kesenian.
Selain itu, aspirasi masyarakat mengenai kondisi bangunan padepokan yang mengalami kebocoran saat hujan juga menjadi perhatian pemerintah daerah.
“Ada usulan untuk perbaikan gedung karena kalau hujan mengalami kebocoran. Nanti akan kita bantu sesuai dengan kemampuan keuangan daerah. Untuk bantuan alat-alat kesenian, kita juga sudah bantu,” katanya.
Tidak hanya membahas pengembangan seni dan budaya, dalam kegiatan tersebut pemerintah daerah juga menyalurkan sejumlah bantuan kepada masyarakat. Bantuan yang diberikan antara lain kompor gas untuk mendukung usaha masyarakat, sembako, serta fasilitasi BPJS Ketenagakerjaan.

Bupati Maesyal dan jajarannya saat bersama pegiat seni di Jayanti.
“Kita juga memberikan bantuan kompor gas untuk usaha, sembako untuk meringankan beban masyarakat, serta pemerintah daerah juga membantu melalui BPJS Ketenagakerjaan,” ungkapnya.
Menurut Maesyal, keberadaan sanggar seni memiliki peran penting dalam melestarikan seni budaya dan kearifan lokal. Sanggar juga menjadi ruang bagi anak-anak dan generasi muda untuk mengembangkan minat serta bakat di bidang seni dan budaya.
“Mudah-mudahan dengan kehadiran kita di sini dapat memberikan hal-hal yang positif, khususnya semangat untuk melestarikan budaya dan kesenian yang ada di Desa Pangkat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Maesyal menegaskan bahwa dukungan pemerintah daerah terhadap berbagai aspirasi pembangunan harus disesuaikan dengan mekanisme perencanaan dan penganggaran yang berlaku.
Program yang membutuhkan pembiayaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) harus terlebih dahulu melalui proses perencanaan dan penganggaran.
“Kalau ada kegiatan yang diusulkan dan masuk dalam APBD, tentu dapat kita dukung sesuai dengan anggaran yang tersedia. Karena setiap penggunaan APBD harus direncanakan dan dipertanggungjawabkan,” tandasnya.
Ia menjelaskan, karena pelaksanaan anggaran tahun 2026 sudah berjalan, usulan perbaikan bangunan Padepokan Seni Gema Wirahma akan diarahkan untuk dibahas dalam penganggaran tahun berikutnya.
“Untuk kondisi bangunan ini, karena anggaran 2026 sudah berjalan, nanti kita alokasikan dalam anggaran 2027, sehingga padepokan ini bisa digunakan dengan nyaman untuk kegiatan anak-anak dan masyarakat yang mencintai seni budaya,” tuturnya.
Bupati Maesyal berharap komunikasi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan para pelaku seni terus terjalin. Dengan demikian, berbagai potensi kesenian lokal di Kabupaten Tangerang dapat terus berkembang dan memperoleh ruang yang lebih luas untuk ditampilkan.
“Yang lebih utama adalah potensi-potensi lokal kesenian yang ada di Kabupaten Tangerang bisa terus berkembang dan tampil,” pungkasnya.(*)