Bupati Tangerang Ajak Guru Ngaji dan Ponpes Perkuat Peran Cegah KDRT dan TPPO

waktu baca 3 menit
Selasa, 9 Jun 2026 15:55 0 147 Redaksi

TANGERANG – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengajak para guru ngaji, ustaz, ustazah, serta pimpinan pondok pesantren untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam upaya mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak serta Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Ajakan tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan TPPO yang digelar di Kabupaten Tangerang, Selasa (9/6/2026).

Menurut Maesyal Rasyid, peran tokoh agama dan lembaga pendidikan keagamaan sangat strategis dalam memberikan edukasi kepada masyarakat agar terhindar dari berbagai bentuk tindak kekerasan maupun perdagangan orang.

“Kami mohon bantuan para guru ngaji, ustaz, ustazah, dan pengelola pondok pesantren untuk bersama-sama bergandeng tangan mencegah berbagai pelanggaran pidana. Jangan pernah lelah untuk terus mengedukasi masyarakat,” ujar Maesyal.

Ia menegaskan bahwa kekerasan terhadap perempuan dan anak serta perdagangan orang bukan sekadar persoalan hukum, melainkan tragedi kemanusiaan yang mencederai nilai-nilai agama dan moral.

“Persoalan kekerasan ini bukan hanya pelanggaran hukum pidana, tetapi juga tragedi kemanusiaan yang merusak tatanan sosial dan mencederai norma-norma agama,” tegasnya.

Bupati Maesyal, Kadis Asep Suherman, dan pejabat lainnya di kegiatan sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap anak dan perempuan.

Bupati Maesyal, Kadis Asep Suherman, dan pejabat lainnya di kegiatan sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap anak dan perempuan.

Bupati mengungkapkan, kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang masih mengalami peningkatan dari tahun ke tahun harus menjadi perhatian serius seluruh elemen masyarakat. Karena itu, para tokoh agama diharapkan dapat terus menyisipkan pesan-pesan edukatif terkait keharmonisan keluarga dalam setiap kegiatan dakwah dan pembinaan umat.

“Saya berharap para guru ngaji, kiai, ustaz, ustazah, dan pimpinan pondok pesantren terus memberikan pemahaman mengenai keharmonisan rumah tangga, tanggung jawab suami-istri, serta pola asuh anak yang baik dalam setiap ceramahnya. Dengan begitu, kita dapat bersama-sama menekan angka kekerasan yang masih terus meningkat,” katanya.

Selain upaya pencegahan kekerasan, Maesyal juga mendorong Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Tangerang untuk memperkuat kerja sama lintas sektor dalam mendukung pemberdayaan ekonomi di lingkungan pondok pesantren.

Ia menawarkan berbagai program produktif yang dapat dikembangkan di pesantren, seperti budidaya hortikultura, tanaman palawija, hingga usaha perikanan berbasis bioflok guna meningkatkan keterampilan dan kesejahteraan para santri maupun tenaga pendidik.

“Jika ada lahan pesantren yang belum dimanfaatkan, kami akan berupaya membantu melalui DP3A maupun dinas terkait agar bisa dikembangkan menjadi lahan hortikultura, palawija, atau kolam ikan bioflok. Selain memberikan aktivitas positif bagi santri, juga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan,” jelasnya.

Bupati Maesyal Rasyid bersama para guru ngaji dan pengasuh pondok pesantren.

Bupati Maesyal Rasyid bersama para guru ngaji dan pengasuh pondok pesantren.

Sementara itu, Kepala DP3A Kabupaten Tangerang, Asep Suherman, mengatakan kegiatan sosialisasi tersebut bertujuan memperkuat peran pondok pesantren sebagai mitra strategis pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang aman, ramah perempuan dan anak, serta bebas dari kekerasan dan TPPO.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin meningkatkan kesadaran dan peran aktif ustaz, ustazah, serta pondok pesantren dalam pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak serta tindak pidana perdagangan orang melalui penguatan pengetahuan, kewaspadaan, edukasi masyarakat, dan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan,” ujar Asep.

Kegiatan tersebut melibatkan berbagai pihak, di antaranya Kementerian Agama Kabupaten Tangerang, Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Provinsi Banten, kalangan advokat, Forum Silaturahmi Pondok Pesantren, para Ketua MUI kecamatan, tokoh agama, serta tokoh masyarakat.(*)

Kecamatan Legok Mengucapkan Selamat Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026.
Bappeda Kabupaten Tangerang Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 2026.
LAINNYA