Environmental Journalist Network Lahir di Tangerang, Dorong Kolaborasi Pelestarian Lingkungan

waktu baca 4 menit
Rabu, 10 Jun 2026 15:31 0 169 Redaksi

SEPUTARBANTENID – Environmental Journalist Network (EJN) atau Jaringan Jurnalis Lingkungan resmi lahir di Kabupaten Tangerang sebagai wadah kolaborasi antara insan pers, pemerintah, akademisi, komunitas, dan dunia usaha untuk memperkuat upaya pelestarian lingkungan hidup serta mendorong pembangunan berkelanjutan.

Deklarasi EJN berlangsung di kawasan Ketapang Urban Aquaculture, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Rabu (10/6/2026), dan dihadiri langsung oleh Bupati Tangerang Mochamad Maesyal Rasyid bersama sejumlah pejabat daerah, akademisi, komunitas lingkungan, pelajar, serta perwakilan sektor swasta.

Kelahiran Environmental Journalist Network menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi lintas sektor untuk menjawab berbagai tantangan lingkungan yang semakin kompleks. Selain mengembangkan jurnalisme lingkungan yang berkualitas, jaringan ini juga berkomitmen mendorong keterlibatan aktif berbagai pihak dalam aksi nyata pelestarian alam.

Environmental Journalist Network didinamisatori oleh Sri Mulyo, Ketua PWI Kabupaten Tangerang periode 2022–2025. Pembentukan jaringan tersebut dilandasi kesadaran bahwa persoalan lingkungan tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi yang kuat antara media, pemerintah, masyarakat, akademisi, dan dunia usaha.

Sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, kegiatan deklarasi juga diisi dengan penanaman 10 ribu batang mangrove di kawasan pesisir Ketapang bersama PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk Mill Tangerang.

Program tersebut merupakan kelanjutan dari upaya rehabilitasi lingkungan yang telah dilakukan perusahaan sejak 2018 dengan total penanaman mencapai 183 ribu pohon mangrove di wilayah pesisir Kabupaten Tangerang.

Selain Bupati Tangerang, kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Tangerang Ujat Sudrajat, Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Tangerang Rudi Hartono, Camat Mauk Angga Yuliyanto, Sekcam Teluknaga Ferry Zulfian, Sekcam Sukadiri Ahmad Jajuli, komunitas lingkungan Banksasuci, mahasiswa Hima Ilkom FISIP Universitas Muhammadiyah Tangerang, serta para pelajar dari SMKN 5 Kabupaten Tangerang.

Dalam sambutannya, Bupati Tangerang Mochamad Maesyal Rasyid mengapresiasi lahirnya Environmental Journalist Network yang dinilai mampu memperkuat peran wartawan dalam mendukung pelestarian lingkungan.

“Kami bangga sekali profesi wartawan menambah aktivitasnya dengan aksi terhadap lingkungan. Inilah yang membedakan wartawan Kabupaten Tangerang dengan wartawan lainnya. Bukan hanya memberitakan, tetapi juga langsung melakukan aksi,” ujar Maesyal Rasyid.

Menurutnya, keterlibatan wartawan dalam isu lingkungan dapat menjadi kekuatan besar dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan dan kelestarian alam.

“Wilayah Kabupaten Tangerang sekitar 71 persen masih berupa kawasan pedesaan. Karena itu pembangunan harus dilakukan secara terintegrasi antara lingkungan, infrastruktur, dan ekonomi masyarakat,” katanya.

Maesyal juga menilai kawasan Ketapang Urban Aquaculture telah berkembang menjadi model pengelolaan kawasan pesisir yang mendapat perhatian luas, bahkan pernah dikunjungi kepala daerah dari 12 negara di Asia Timur, sejumlah menteri, hingga Kapolri.

Sementara itu, Ketua Presidium Environmental Journalist Network, Sri Mulyo, mengatakan EJN hadir untuk membangun kolaborasi yang lebih kuat dalam mengawal isu-isu lingkungan hidup.

“Environmental Journalist Network hadir sebagai wadah kolaborasi para jurnalis yang memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan. Kami ingin memperkuat kapasitas dan peran wartawan dalam mengawal berbagai persoalan lingkungan secara profesional, kritis, dan berkelanjutan,” kata Sri Mulyo.

Ia menegaskan bahwa EJN tidak hanya berorientasi pada aktivitas jurnalistik, tetapi juga mendorong keterlibatan langsung dalam berbagai program konservasi dan edukasi lingkungan.

“Deklarasi ini bukan sekadar seremoni. Kami ingin menunjukkan bahwa wartawan juga bisa menjadi bagian dari solusi. Selain memberitakan persoalan lingkungan, kami juga ingin terlibat dalam aksi nyata, mulai dari penanaman pohon, konservasi pesisir, edukasi masyarakat, hingga mendukung program-program pembangunan yang berwawasan lingkungan,” ujarnya.

Sri Mulyo berharap EJN dapat menjadi jembatan kolaborasi yang efektif antara media, pemerintah, akademisi, komunitas, dan dunia usaha dalam mewujudkan lingkungan yang lebih baik dan berkelanjutan.

Pada kesempatan yang sama, Department Sustainability Head PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk Mill Tangerang, Kholisul Fatihkin, menekankan pentingnya sinergi berbagai pihak dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan ekosistem pesisir.

Menurutnya, media memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran publik sekaligus mengawal berbagai program pelestarian lingkungan agar berjalan secara konsisten dan berkelanjutan.

Dengan lahirnya Environmental Journalist Network, para jurnalis yang tergabung di dalamnya berkomitmen memperkuat kolaborasi lintas sektor, mengembangkan jurnalisme lingkungan yang berkualitas, mengawal kebijakan publik yang berpihak pada keberlanjutan, serta berpartisipasi aktif dalam berbagai aksi nyata pelestarian lingkungan di Tangerang maupun wilayah lainnya. (*)

LAINNYA