Sosialisasi Empat Pilar Rano Alfath bersama Kader PKB Kabupaten Tangerang. TANGERANG – Wakil Ketua Komisi III DPR RI sekaligus Anggota MPR RI Fraksi PKB, Moh. Rano Alfath, S.H., M.H., menegaskan pentingnya peran partai politik dalam merawat persatuan, memperkuat toleransi, dan menjawab berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Rano saat menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Kantor Sekretariat DPC PKB Kabupaten Tangerang, Kadu Agung, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (15/9/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri kader PKB dan tokoh masyarakat. Sosialisasi membahas sejumlah persoalan yang berkaitan erat dengan kehidupan masyarakat, mulai dari menjaga persatuan dan toleransi di era digital, melindungi keluarga dari judi online dan penipuan digital, hingga memperkuat gotong royong demi kesejahteraan masyarakat desa.
Rano menjelaskan, Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika merupakan pedoman bersama dalam membangun kehidupan masyarakat yang rukun, demokratis, dan berkeadilan.
Menurutnya, pengamalan nilai-nilai Empat Pilar semakin penting di tengah derasnya arus informasi digital yang sering kali diwarnai pemberitaan negatif, perdebatan tajam, hingga informasi yang beredar tanpa konteks utuh.
“Kita hidup dalam situasi ketika kabar buruk, kemarahan, dan pertentangan begitu mudah sampai ke tangan masyarakat melalui ponsel. Persoalan yang nyata tentu harus diberitakan dan dikritisi, karena masyarakat berhak mengetahui keadaan serta menuntut perbaikan. Tetapi kita juga perlu memastikan bahwa cara kita merespons persoalan tidak justru memperbesar kebencian, menghilangkan empati, atau membuat kita saling mencurigai,” ujar Rano.
Ia menekankan pentingnya kemampuan masyarakat membedakan fakta, pendapat, dan provokasi. Menurutnya, informasi yang belum terverifikasi dapat menimbulkan dampak serius terhadap hubungan sosial antarmasyarakat.
“Jangan sampai satu potongan video atau satu pesan berantai membuat kita memberi penilaian buruk kepada seluruh kelompok masyarakat. Periksa informasinya, pahami konteksnya, dan pikirkan akibatnya sebelum membagikan,” katanya.
PKB Diminta Perkuat Peran di Tengah Masyarakat
Rano yang juga menjabat Wakil Ketua Umum DPP PKB menilai partai politik memiliki tanggung jawab dalam menjaga kualitas kehidupan demokrasi.
Tanggung jawab itu, kata dia, tidak hanya berkaitan dengan pendidikan politik dan penyaluran aspirasi, tetapi juga bagaimana partai mampu mempertemukan kepentingan masyarakat yang beragam melalui dialog.
“Partai politik memiliki pengaruh, jaringan, dan kedekatan dengan masyarakat. Semua itu harus digunakan untuk memperkuat persatuan. Kader harus mampu menjelaskan persoalan secara bertanggung jawab, membuka ruang dialog, dan membantu warga menemukan jalan keluar,” tegasnya.
Ia menambahkan, komitmen terhadap kemajemukan harus diwujudkan melalui perilaku kader dalam kehidupan sehari-hari. Pelayanan dan pendampingan kepada masyarakat harus diberikan tanpa membedakan agama, suku, latar belakang sosial, maupun pilihan politik.
“Ketika ada warga membutuhkan bantuan, yang pertama kita lihat adalah kebutuhannya, bukan pilihan politiknya. Ketika ada kelompok yang mengalami perlakuan tidak adil, kita harus mau mendengar dan memperjuangkan penyelesaian yang adil,” ujarnya.
Rano juga mendorong jajaran PKB memperkuat fungsi pelayanan, pendampingan, dan pengawasan sesuai kewenangan masing-masing.
Menurutnya, keberadaan partai harus dapat dirasakan masyarakat melalui pendampingan dalam mengakses layanan publik, memperjuangkan kebutuhan pendidikan dan kesehatan, mendukung pengembangan usaha masyarakat, serta membawa persoalan warga ke dalam pembahasan kebijakan.
“Manfaat PKB harus dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Aspirasi mengenai pendidikan, kesehatan, pekerjaan, dan keamanan lingkungan harus kita kawal tindak lanjutnya. Dengan begitu, hubungan partai dengan masyarakat tumbuh melalui kerja yang berkelanjutan dan dapat dipertanggungjawabkan,” jelas Rano.
Waspadai Judi Online dan Penipuan Digital
Dalam kesempatan tersebut, Rano juga mengingatkan kader dan tokoh masyarakat mengenai ancaman judi online serta berbagai modus penipuan digital yang dapat menyasar keluarga.
Ia mendorong masyarakat meningkatkan literasi digital, menjaga data pribadi, serta membangun komunikasi terbuka di lingkungan keluarga.
“Ancaman digital bisa masuk melalui tawaran keuntungan cepat, tautan palsu, atau ajakan yang terlihat biasa. Dampaknya dapat menguras tabungan dan mengganggu hubungan dalam keluarga,” katanya.
Rano meminta kader dan tokoh masyarakat ikut memberikan edukasi kepada warga dengan pendekatan yang tidak menghakimi, terutama ketika ada masyarakat yang menjadi korban penipuan digital maupun persoalan lainnya.
Perkuat Gotong Royong dan Kesejahteraan Desa
Selain persoalan digital, Rano menekankan pentingnya memperkuat semangat gotong royong sebagai bagian dari pengamalan nilai-nilai Empat Pilar.
Menurutnya, gotong royong dapat diwujudkan melalui partisipasi masyarakat dalam musyawarah, mendukung usaha lokal, membantu warga mengakses pelayanan, hingga mengawasi pelaksanaan program pembangunan.
“Gotong royong tumbuh ketika kita bersedia melihat kesulitan orang lain sebagai persoalan yang perlu mendapat perhatian bersama. Bentuknya bisa dengan mendukung usaha tetangga, membantu warga mengakses pelayanan, atau menyampaikan masukan agar program berjalan lebih tepat sasaran,” tuturnya.
Menutup kegiatan, Rano mengajak kader PKB dan tokoh masyarakat menjadikan nilai-nilai Empat Pilar sebagai landasan dalam membangun hubungan sosial sekaligus menjalankan tanggung jawab pelayanan kepada masyarakat.
“Di tengah banyaknya kabar yang membuat masyarakat cemas, kita perlu menghadirkan kerja yang memberi harapan: pelayanan yang responsif, ruang dialog yang terbuka, dan kepedulian yang konsisten,” pungkasnya.(*)