Moh. Rano Alfath Ajak Masyarakat Perkuat Ketahanan Keluarga dan Ekonomi Rakyat di Tengah Tantangan Zaman

waktu baca 3 menit
Sabtu, 20 Jun 2026 08:37 0 158 Redaksi

TANGERANG — Wakil Ketua Komisi III DPR RI sekaligus Anggota MPR RI Fraksi PKB, Moh. Rano Alfath, kembali menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Jalan Raya Serang KM 32, Kampung Kramat RT 12 RW 03, Desa Sumur Bandung, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Sabtu (20/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta warga setempat yang antusias mengikuti jalannya diskusi kebangsaan.

Mengusung tema “Memperkuat Ketahanan Keluarga dan Ekonomi Rakyat sebagai Pondasi Indonesia Maju”, kegiatan ini menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini. Mulai dari meningkatnya biaya hidup, perubahan ekonomi global, maraknya pinjaman online ilegal dan judi online, hingga derasnya arus informasi di media sosial yang berdampak pada kehidupan sosial masyarakat.

Dalam paparannya, Rano menegaskan bahwa Empat Pilar Kebangsaan—Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika—harus menjadi pedoman masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan yang terus berkembang.

“Persoalan bangsa hari ini tidak hanya soal politik atau hukum, tetapi juga menyentuh langsung dapur masyarakat. Harga kebutuhan pokok, lapangan pekerjaan, ancaman judi online, hingga perpecahan akibat informasi yang tidak benar merupakan tantangan nyata yang harus kita hadapi bersama,” ujar Rano.

Menurutnya, keluarga merupakan benteng utama dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan sekaligus membangun ketahanan sosial di tengah tekanan ekonomi dan perubahan zaman.

Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk memperkuat pendidikan karakter, menjaga keharmonisan keluarga, serta menanamkan nilai gotong royong kepada generasi muda.

“Kalau keluarga kuat, masyarakat akan kuat. Dan kalau masyarakat kuat, negara akan kuat. Semangat gotong royong yang menjadi ciri bangsa Indonesia harus terus dijaga agar kita tidak mudah terpecah oleh kepentingan sesaat,” katanya.

Selain itu, Rano juga menyoroti pentingnya pemberdayaan ekonomi rakyat sebagai implementasi nyata sila kelima Pancasila, yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Ia mendorong masyarakat untuk terus mengembangkan usaha mikro, mendukung produk lokal, serta memanfaatkan peluang ekonomi secara produktif.

“Perekonomian nasional tidak hanya ditopang oleh perusahaan besar. Tulang punggung ekonomi Indonesia justru adalah para pelaku UMKM, pedagang kecil, petani, nelayan, dan para pekerja yang setiap hari berjuang memenuhi kebutuhan keluarganya. Mereka harus terus didukung dan diberi ruang untuk berkembang,” jelasnya.

Dalam sesi dialog, sejumlah warga turut menyampaikan aspirasi mengenai kondisi ekonomi, lapangan pekerjaan, serta maraknya praktik pinjaman online dan judi online yang dinilai semakin meresahkan.

Menanggapi hal tersebut, Rano menegaskan pentingnya literasi digital dan kesadaran hukum agar masyarakat tidak menjadi korban maupun pelaku tindak pidana yang merugikan diri sendiri dan keluarga.

“Kita harus bijak menggunakan teknologi. Jangan sampai kemajuan digital justru menjadi pintu masuk yang melemahkan ekonomi keluarga dan merusak masa depan generasi muda. Kesadaran hukum dan nilai-nilai kebangsaan harus berjalan beriringan,” tegasnya.

Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan interaktif. Warga tampak aktif menyampaikan pandangan serta pertanyaan mengenai persoalan yang mereka hadapi sehari-hari. Kehadiran para tokoh masyarakat setempat juga memperkaya diskusi mengenai pentingnya menjaga persatuan dan memperkuat ketahanan sosial di lingkungan sekitar.

Menutup kegiatan, Rano mengajak seluruh peserta untuk terus mengamalkan nilai-nilai Empat Pilar dalam kehidupan sehari-hari sebagai fondasi menghadapi tantangan bangsa di masa depan.

“Empat Pilar Kebangsaan bukan sekadar materi sosialisasi, tetapi pedoman hidup berbangsa dan bernegara. Dengan memperkuat persatuan, menjaga ketahanan keluarga, dan membangun ekonomi rakyat yang tangguh, kita dapat mewujudkan Indonesia yang lebih adil, maju, dan sejahtera,” pungkasnya.

Kecamatan Legok Mengucapkan Selamat Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026.
Bappeda Kabupaten Tangerang Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 2026.
LAINNYA