Wabup Intan, Dewan Muhamad Faizal, TMD LippoLand, Darwin, Dewan Fikri Faiz, dan Sekcam Curug Gilang saat foto bersama masyarakat. TANGERANG — Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, menghadiri kegiatan Program Kerja Sama Forum Kader Posyandu (FKP) Kabupaten Tangerang bersama TMD LippoLand dalam rangka meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan dan kecerdasan balita melalui Posyandu.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Provinsi Banten Faizal, Anggota DPRD Kabupaten Tangerang Capt. Fikri Faiz, Director Governance and Relationship TMD LippoLand, Ketua Forum Bidan Kabupaten Tangerang Adhe, Sekcam Curug beserta jajaran Forkopimcam Curug, para kader Posyandu, serta masyarakat.
Dalam sambutannya, Wabup Intan mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah daerah, Forum Kader Posyandu, tenaga kesehatan, dunia usaha, dan masyarakat dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan anak.
“Pemerintah Kabupaten Tangerang tidak bisa bekerja sendirian. Kerja sama antara kader Posyandu, pihak swasta, pemerintah dan masyarakat harus terus kita kuatkan. Dengan bergerak bersama, berbagai persoalan kesehatan masyarakat akan lebih mudah kita atasi,” ujar Intan.
Menurutnya, Posyandu memiliki peran strategis yang tidak hanya sebatas tempat pelayanan kesehatan. Posyandu juga menjadi ruang untuk memantau tumbuh kembang anak, mendeteksi secara dini permasalahan kesehatan, memberikan edukasi kepada orang tua, serta meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya gizi dan pola hidup sehat.
Intan menilai kader Posyandu merupakan garda terdepan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Karena itu, kontribusi para kader sangat penting dalam mendukung pembangunan kesehatan di Kabupaten Tangerang.
“Jangan pernah merasa pengabdian yang dilakukan adalah pekerjaan kecil. Setiap anak yang tumbuh sehat, setiap orang tua yang mendapatkan edukasi, dan setiap masalah kesehatan yang dapat dideteksi lebih awal merupakan bagian dari kontribusi besar para kader dalam membangun masa depan Kabupaten Tangerang,” katanya.
Ia mengungkapkan, berdasarkan data Dinas Kesehatan per Juli 2026, masih terdapat anak yang terindikasi stunting di sejumlah wilayah. Di Kecamatan Curug tercatat sekitar 448 anak, sedangkan di Kecamatan Kelapa Dua terdapat sekitar 344 anak yang terindikasi stunting.
Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Tangerang terus mendorong berbagai langkah kolaboratif untuk menekan angka stunting. Upaya tersebut dilakukan agar tidak terjadi kasus baru sekaligus memastikan anak-anak yang telah terindikasi stunting dapat kembali tumbuh dan berkembang secara optimal.
“Kita terus berupaya maksimal dan memperluas cakupan target. Kita berharap sampai akhir masa jabatan, stunting bisa turun sampai zero stunting. Kalau bisa tidak ada kasus baru di Kabupaten Tangerang,” ungkapnya.

Sementara itu, perwakilan TMD LippoLand, Darwin, mengatakan bantuan yang diberikan merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat sekaligus dukungan terhadap program Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam menekan angka stunting.
Bantuan tersebut berupa timbangan balita, seragam kader Posyandu, susu, makanan tambahan, bubur kacang hijau, pisang, biskuit, serta berbagai makanan bergizi lainnya.
“Ini merupakan bentuk perhatian kami kepada pemerintah daerah dan warga sekitar untuk membantu pemerintah menurunkan angka stunting. Mudah-mudahan dapat menjadi contoh bagi perusahaan-perusahaan lain yang ada di Kabupaten Tangerang,” ujarnya.
Darwin menambahkan, TMD LippoLand menargetkan bantuan tersebut dapat menjangkau sekitar 20 hingga 30 Posyandu. Bahkan, cakupan bantuan diharapkan dapat diperluas hingga 40 Posyandu di wilayah sekitar Lippo Village dan Park Serpong.
Anggota DPRD Provinsi Banten, Faizal, turut mengapresiasi kolaborasi tersebut. Menurutnya, kepedulian dunia usaha terhadap masyarakat, khususnya di bidang kesehatan, perlu terus didorong agar semakin banyak perusahaan yang memberikan kontribusi bagi lingkungan sekitar.
“Kita ingin kegiatan seperti ini menjadi contoh bagi pelaku usaha dan investor lainnya untuk bersama-sama peduli terhadap masyarakat sekitar, terutama dalam bidang kesehatan, pendidikan dan bidang sosial lainnya,” tuturnya.
Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, kader Posyandu, tenaga kesehatan, dan masyarakat diharapkan dapat terus diperkuat sehingga upaya pencegahan dan penanganan stunting di Kabupaten Tangerang semakin optimal serta mampu melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
(Heru)