SPMB Banten Transparan, Gubernur Andra Soni: Pejabat Titip Siswa Langsung Laporkan

waktu baca 3 menit
Senin, 22 Jun 2026 17:24 0 146 Redaksi

SEPUTARBANTENID – Panitia Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMA Negeri se-Provinsi Banten kini menjalankan proses penerimaan dengan lebih nyaman dan transparan.

Ketegasan Gubernur Andra Soni dinilai mampu meminimalkan praktik titip-menitip kuota siswa yang selama ini kerap menjadi sorotan.

Penerapan sistem yang transparan dan disiplin aturan tersebut dirasakan langsung oleh panitia SPMB di SMAN 1 Rangkasbitung, Kabupaten Lebak. Ketua Panitia SPMB, Wiwit Keswari, menilai pelaksanaan SPMB tahun ini berjalan lebih baik dibanding tahun sebelumnya.

“Semua sudah sangat transparan dan akuntabel. Tidak ada yang bisa main-main. Itu pasti ketahuan karena sistemnya menolak,” ujar Wiwit saat berdialog bersama Gubernur Andra Soni di SMAN 1 Rangkasbitung, Senin (22/6/2026).

Meski demikian, Wiwit mengaku masih ada sejumlah pihak yang mencoba menghubunginya untuk meminta bantuan meloloskan calon siswa agar diterima di sekolah tersebut. Namun, permintaan itu tegas ia tolak demi menjaga integritas proses seleksi.

“Saya persilakan mendaftar melalui sistem dan jalur yang sudah tersedia. Kalau ada yang kurang jelas, bisa konsultasi ke petugas sekolah atau melalui hotline yang sudah kami sosialisasikan,” katanya.

Kepala Sekolah SMAN 1 Rangkasbitung, Heri Fasa, menjelaskan total kuota SPMB tahun ini sebanyak 214 siswa yang terbagi dalam enam rombongan belajar (rombel). Hingga saat ini, jumlah pendaftar telah mencapai 350 orang.

Pada jalur zonasi lingkungan, jarak terjauh tercatat 472 meter. Sementara jalur zonasi wilayah mencakup tiga kecamatan, yakni Kecamatan Rangkasbitung, Cibadak, dan Karanganyar.

“Dari jalur zonasi lingkungan ada 84 pendaftar dengan kuota 43 siswa. Untuk zonasi wilayah, 32 siswa sudah terverifikasi. Saat ini jalur afirmasi masih berproses, dari kuota 63 baru 15 yang mendaftar,” jelas Heri.

Bagi siswa yang belum diterima, pihak sekolah telah mengarahkan mereka ke sekolah swasta terdekat yang bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Banten melalui Program Sekolah Gratis, seperti SMA Al Azhar, SMA PGRI, dan SMA Al Hidayah.

“Tahun ini jumlah pendaftar meningkat dibanding tahun sebelumnya,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Andra Soni bersama Ketua DPRD Banten Fahmi Hakim memberikan apresiasi atas dedikasi panitia SPMB di SMAN 1 Rangkasbitung, khususnya kepada Wiwit yang dinilai berani menolak intervensi.

“Termasuk kalau ada pejabat atau ASN yang melakukan intervensi, laporkan langsung ke saya. Nanti akan saya tindak,” tegas Andra.

Menurutnya, komitmen mewujudkan SPMB yang transparan dan akuntabel telah ia tegaskan sejak awal masa kepemimpinannya.

Ia juga menyebut Pemerintah Provinsi Banten telah menyiapkan Program Sekolah Gratis bagi sekolah swasta. Saat ini terdapat sekitar 801 sekolah swasta yang bekerja sama dengan Pemprov Banten, ditambah 10.000 kuota untuk jenjang Madrasah Aliyah.

“Program Sekolah Gratis adalah komitmen untuk mewujudkan pendidikan yang merata dan berkeadilan. Tidak boleh ada intervensi yang merugikan siswa yang memang berhak,” ujarnya.

Andra menegaskan, siapa pun tidak boleh mencampuri proses penerimaan siswa, termasuk dirinya sendiri.

“Siapa pun tidak boleh intervensi, termasuk gubernur. Semua harus mengikuti sistem yang berlaku,” tandasnya.

Dukungan serupa disampaikan Ketua DPRD Banten Fahmi Hakim. Ia menilai langkah Pemprov Banten dalam menciptakan pendidikan yang adil dan merata patut didukung semua pihak.

“Ini niat yang sangat mulia dan seluruh pihak terkait harus mendukung,” pungkasnya.(*)

Kecamatan Legok Mengucapkan Selamat Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026.
Bappeda Kabupaten Tangerang Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 2026.
LAINNYA