Rano Alfath Sosialisasi Empat Pilar Bersama Kader PKB Kota Tangerang. TANGERANG – Anggota MPR RI Fraksi PKB sekaligus Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Moh. Rano Alfath, S.H., M.H., menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Hotel Narita Tangerang, Kota Tangerang, Banten, Kamis (25/9/2026).
Kegiatan yang diikuti kader dan pengurus DPC PKB Kota Tangerang tersebut menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman kebangsaan sekaligus meneguhkan tanggung jawab kader dalam melayani masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Rano menekankan pentingnya mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam kerja politik.
Menurut Rano, pemahaman terhadap Empat Pilar tidak cukup hanya berhenti pada aspek pengetahuan, tetapi harus tercermin dalam sikap kader ketika menyerap aspirasi dan merespons persoalan masyarakat.
“Penguatan partai harus berjalan bersama penguatan tanggung jawab kebangsaan. Kita ingin kader memahami bahwa setiap langkah politik membawa konsekuensi bagi masyarakat,” ujar Rano.
Ia menilai Pancasila menjadi dasar moral dalam menjalankan kerja politik melalui penghormatan terhadap kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial. Sementara konstitusi menjadi pegangan dalam memperjuangkan hak masyarakat melalui mekanisme demokratis dan bertanggung jawab.
Rano juga mengingatkan kader PKB di Kota Tangerang untuk mampu menjaga persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat. Perbedaan agama, suku, pekerjaan maupun pilihan politik, kata dia, harus dihadapi dengan sikap terbuka dan mengedepankan kepentingan bersama.
“Kader harus mampu hadir di tengah siapa pun dengan sikap yang menghormati. Dengarkan warga tanpa lebih dulu menilai latar belakangnya. Ketika ada persoalan, cari penyelesaian yang adil,” katanya.
Selain penguatan ideologi kebangsaan, Rano memberikan perhatian khusus terhadap pentingnya empati kepada masyarakat yang mengalami kesulitan, termasuk korban bencana.
Ia meminta kader tidak bersikap acuh terhadap penderitaan masyarakat di daerah lain. Menurutnya, solidaritas kemanusiaan merupakan bagian dari implementasi semangat kebangsaan.
“Saya ingin kader terus mengasah empati. Ketika saudara-saudara kita tertimpa bencana, kehilangan tempat tinggal, kehilangan mata pencaharian, atau harus mengungsi bersama keluarganya, jangan biarkan penderitaan mereka berlalu begitu saja di layar ponsel kita,” tuturnya.
Rano menegaskan, solidaritas kebangsaan harus melampaui batas wilayah maupun kepentingan kelompok. Masyarakat yang terdampak bencana di daerah lain tetap merupakan bagian dari keluarga besar Indonesia.
Ia pun mendorong kader agar bantuan kepada korban bencana diberikan berdasarkan kebutuhan dan dilakukan secara transparan. Kader juga diminta menyampaikan informasi yang telah terverifikasi serta berkoordinasi dengan lembaga atau pihak berwenang.
“Bertanyalah terlebih dahulu apa yang dibutuhkan. Pastikan bantuan yang dihimpun jelas pengelolaannya dan tepat penyalurannya. Kalau membagikan informasi, periksa kebenarannya. Kalau mendokumentasikan kegiatan, hormati keadaan korban,” ujarnya.
Lebih lanjut, Rano mendorong kader membangun kepedulian sejak sebelum terjadi keadaan darurat. Kepekaan terhadap lingkungan, perhatian kepada kelompok rentan, serta komunikasi dengan pengurus lingkungan dan instansi terkait dinilai penting dalam memperkuat ketahanan masyarakat.
Ia meminta kader mengenali berbagai persoalan di lingkungan sekitar, mulai dari kesulitan mengakses layanan hingga kebutuhan lansia, penyandang disabilitas, dan keluarga yang membutuhkan pendampingan.
“Empati bisa dilatih setiap hari. Kenali tetangga yang membutuhkan bantuan, dengarkan keluarga yang sedang kesulitan, dan perhatikan keadaan lingkungan,” jelasnya.
Dalam konteks organisasi, Rano juga mendorong DPC PKB Kota Tangerang memperkuat komunikasi internal, pendidikan kader, serta tindak lanjut terhadap aspirasi masyarakat.
Menurutnya, jaringan kepengurusan dan sekretariat partai harus dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan persoalan dan memperoleh penjelasan mengenai langkah yang dapat ditempuh.
“Partai yang kuat memiliki kader yang bisa bekerja bersama dan dipercaya masyarakat. Kepercayaan itu dibangun ketika warga merasa didengar dan melihat ada tindak lanjut atas persoalannya,” kata Rano.
Rano yang juga menjabat Wakil Ketua Umum DPP PKB itu turut mengingatkan kader agar menjaga kedewasaan dalam komunikasi publik, terutama di ruang digital.
Kritik terhadap kebijakan, kata dia, tetap diperlukan, tetapi harus disampaikan berdasarkan informasi yang jelas dan diarahkan untuk mendorong perbaikan.
“Kita harus tegas memperjuangkan kepentingan masyarakat sekaligus tetap menghormati sesama. Jangan memperbesar kecemasan dengan informasi yang belum jelas,” tambahnya.
Menutup kegiatan, Rano mengajak kader dan pengurus DPC PKB Kota Tangerang menjadikan penguatan ideologi kebangsaan sebagai proses yang berkelanjutan melalui disiplin organisasi, keteladanan, dan pelayanan kepada masyarakat.
“Perkuat organisasi, jaga persaudaraan, dan hadir ketika masyarakat membutuhkan. Kepada saudara-saudara kita yang tertimpa bencana, tunjukkan bahwa mereka memiliki sesama anak bangsa yang peduli,” pungkasnya.(*)