Bupati Maesyal Resmikan Festival Budaya Kemuning ke-2, Camat Legok Ajak Generasi Muda Cintai Budaya

waktu baca 4 menit
Senin, 27 Jul 2026 17:53 0 88 Redaksi

KABUPATEN TANGERANG — Pemerintah Kecamatan Legok menegaskan komitmennya dalam menjaga kelestarian seni, budaya, serta kearifan lokal daerah. Hal ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Festival Budaya Kemuning Ke-2 yang resmi dibuka di Kampung Budaya Kemuning, Desa Kemuning, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, pada Senin (27/07/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Ngaraksa Warisan Leluhur Urang Tangerang” ini dibuka secara langsung oleh Bupati Tangerang, H. Moch. Maesyal Rasyid, M.Si., didampingi Camat Legok, HM Yusuf Fachroji, S.STP., M.Si., serta Kepala Desa Kemuning, Dadang, S.IP.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut jajaran Forkopimcam (Kapolsek dan Danramil Legok), perwakilan Disporabudpar, Dinas Pendidikan, Dewan Kesenian Kabupaten Tangerang, Paguyuban Sunda Bersatu (PSB) Kecamatan Legok, tokoh masyarakat, pelaku UMKM, serta para pegiat budaya setempat.

Dalam keterangannya, Camat Legok, HM Yusuf Fachroji, S.STP., M.Si., menyampaikan bahwa Festival Budaya Kemuning merupakan momentum strategi untuk menanamkan nilai-nilai kebudayaan kepada generasi penerus sejak dini di tengah derasnya arus modernisasi.

“Festival ini bukan sekedar panggung hiburan rakyat, melainkan sarana edukasi konkrit bagi anak-anak muda agar lebih mengenali, mencintai, dan mencintai budaya leluhurnya. Pemerintah Kecamatan Legok sangat mendukung dan mengapresiasi giat ini karena terbukti mampu mengangkat potensi lokal sekaligus menggerakkan roda ekonomi masyarakat, khususnya perajin batik dan pelaku UMKM,” ujar HM Yusuf Fachroji.

Festival Budaya Kemuning Legok.

Festival Budaya Kemuning Legok.

Camat Legok juga menambahkan harapannya agar agenda ini dapat terus konsisten dilaksanakan dan berkembang setiap tahunnya.

“Kami berharap Festival Budaya Kemuning dapat dipatenkan menjadi agenda tahunan yang semakin besar dan semarak, sehingga mampu menarik kunjungan wisatawan dari berbagai daerah serta memberikan dampak positif yang nyata bagi peningkatan perekonomian masyarakat Kecamatan Legok,” imbuhnya.

Bupati Maesyal Rasyid sangat mendukung dan mengapresiasi festival tersebut yang menyasar para pelajar SD, SMP dan SMA. Selain melihat dan belajar tentang kerajinan batik dan ayaman , para pelajar tersebut juga bisa secara langsung belajar bagaimana cara memanfaatkan potensi lokal untuk menambah penghasilan

Festival Budaya Kemuning Legok.

Festival Budaya Kemuning Legok.

“Alhamdulillah, hari ini kami bisa hadir pada Festival Kampung Budaya Kemuning. Salah satu kegiatannya adalah terkait dengan kegiatan kerajinan batik kerajinan anyaman termasuk juga UMKM. Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari dengan peserta siswa siswi SD, SMP dan SMA,” ujar Bupati Maesyal Rasyid

Menurut dia, rangkaian kegiatan pada Festival Budaya Kemuning sangat bermanfaat. Selain sebagai sarana edukasi juga bisa dimanfaatkan untuk menambah keterampilan generasi muda, khususnya para pelajar.

“Kegiatan hari ini sangat penting untuk memberikan edukasi dan menambah keterampilan anak-anak kita. Dari sini mereka bisa mengenal, tahu, dan langsung praktik mengelola potensi lokal untuk kepentingan ekonomi keluarga dan daerah,” ungkapnya

Festival Budaya Kemuning Legok.

Festival Budaya Kemuning Legok.

Bupati Tangerang H. Moch. Maesyal Rasyid juga menyambut baik kolaborasi positif antara pemerintah daerah, komunitas, dan masyarakat dalam menjaga identitas budaya Tangerang. Menurut Bupati, pelestarian budaya dan pengembangan ekonomi kreatif harus berjalan selaras agar memberi manfaat langsung bagi kesejahteraan warga.

“Semoga Festival Kampung Budaya Kemuning bisa terus berkembang dan sukses sehingga mampu menjadikan Desa Kemuning Kecamatan Legok sebagai salah satu pusat pelestarian budaya serta sentra kerajinan dan batik di Kabupaten Tangerang.” ungkapnya.

Festival Budaya Kemuning ke-2 menghadirkan enam rangkaian acara utama. Salah satu program unggulan yang menyedot perhatian publik adalah Kegiatan Belajar Membatik Gratis yang melibatkan para pelajar tingkat SD, SMP, hingga SMA se-Kecamatan Legok bersama para guru dan pembina.

Melalui workshop ini, para siswa dibimbing secara langsung oleh perajin profesional mulai dari proses pembuatan pola, mencanting, mewarnai, hingga tahap finishing . Karya batik khas Tangerang yang telah selesai dirancang dipersilakan untuk dibawa pulang oleh para peserta sebagai bentuk penghargaan dan kebanggaan atas karya seni mandiri.

Pemerintah Kecamatan Legok mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga sinergi ini, menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal, dan menjadikan kearifan budaya sebagai pilar pembangunan daerah yang berkelanjutan.(*)

LAINNYA