Abraham Garuda Laksono Ungkap Cara Agar Warga Banten Tak Terlambat Hadapi Ancaman Bencana

waktu baca 3 menit
Kamis, 10 Sep 2026 22:25 22 Redaksi

SEPUTARBANTENID — Warga Banten perlu mendapatkan informasi peringatan bencana sedini mungkin agar tidak terlambat mengambil tindakan ketika ancaman datang. Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Banten Abraham Garuda Laksono mengungkap pentingnya pemanfaatan teknologi untuk mempercepat penyampaian informasi kepada masyarakat.

Hal itu disampaikan Abraham saat mengikuti kunjungan Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Banten ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten dan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Merak, Kamis (10/9/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana di Banten. Kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut instruksi DPP PDI Perjuangan agar jajaran partai meningkatkan perhatian terhadap persoalan kebencanaan.

Dalam pertemuan itu, Abraham mengusulkan pemanfaatan teknologi cell broadcast alert system sebagai salah satu mekanisme untuk mempercepat penyampaian peringatan dini kepada masyarakat.

“Kalau terjadi gempa, masyarakat harus mendapatkan peringatan sedini mungkin. Jangan sampai informasi datang ketika masyarakat sudah panik dan tidak tahu harus melakukan apa,” ujar Abraham.

Menurut Abraham, cell broadcast merupakan teknologi berbasis jaringan seluler yang memungkinkan pemerintah atau otoritas berwenang mengirimkan pesan peringatan secara langsung ke telepon seluler masyarakat di wilayah geografis tertentu.

“Teknologinya harus kita manfaatkan. Ketika ada gempa atau ancaman bencana lainnya, masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak bisa langsung mendapatkan informasi. Tujuannya sederhana, agar masyarakat lebih siap menyelamatkan diri,” kata Abraham.

Sebelum mengunjungi BMKG, rombongan Fraksi PDI Perjuangan terlebih dahulu mendatangi Kantor BPBD Provinsi Banten pada pukul 10.00-11.00 WIB.

Pertemuan di BPBD dibuka Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Banten Lutfi bersama Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten Barhum.

Dalam kesempatan tersebut, Yeremia Mendrofa menjelaskan bahwa kunjungan dilakukan sekaligus untuk menyerahkan kuesioner kepada BPBD. Kuesioner tersebut bertujuan memperoleh informasi mengenai kondisi serta kebutuhan penanggulangan bencana di Banten.

Data yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bahan bagi DPRD untuk disampaikan kepada Gubernur Banten, terutama berkaitan dengan kebutuhan fasilitas maupun kebijakan dalam memperkuat penanggulangan bencana.

Rombongan kemudian melanjutkan kunjungan ke BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Merak pada pukul 11.20-12.30 WIB.

Pertemuan dibuka Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Merak Anton Daud bersama Barhum. Sejumlah potensi ancaman bencana menjadi pembahasan, mulai dari gempa megathrust, fenomena El Nino berkepanjangan, hingga dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Abraham menegaskan bahwa mitigasi tidak boleh baru dilakukan setelah bencana terjadi. Menurutnya, kesiapan harus dibangun sejak sebelum ancaman muncul.

“Mitigasi bukan pekerjaan setelah bencana datang. Mitigasi adalah bagaimana kita mempersiapkan masyarakat sebelum bencana itu terjadi,” tegasnya.

Ia mengatakan keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan dan langkah penanggulangan bencana.

“PDIP adalah partai yang didasari rasa kemanusiaan. Karena itu, ketika berbicara tentang bencana, yang kita pikirkan pertama adalah bagaimana keselamatan masyarakat bisa menjadi prioritas,” kata Abraham.

Selain pemerintah, masyarakat juga harus menjadi bagian penting dalam sistem mitigasi. Warga perlu mengetahui kapan harus waspada, lokasi yang menjadi tujuan evakuasi, serta informasi yang dapat dipercaya ketika terjadi bencana.

“Jangan hanya membangun kesiapan di tingkat pemerintah. Masyarakat juga harus menjadi bagian dari sistem itu. Mereka harus tahu kapan harus waspada, ke mana harus evakuasi, dan informasi apa yang harus dipercaya,” ujarnya.

Abraham berharap kunjungan ke BPBD dan BMKG tidak berhenti pada laporan administratif atau kegiatan seremonial. Ia mendorong adanya tindak lanjut konkret untuk memperkuat sistem peringatan dini di Banten.

“Ujungnya bukan sekadar laporan kunjungan. Kita ingin ada langkah nyata. Kalau ada teknologi yang bisa membuat masyarakat lebih cepat menerima peringatan, kenapa tidak kita dorong untuk digunakan?” katanya.

Rombongan Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Banten dalam kunjungan tersebut terdiri atas Barhum, Abraham Garuda Laksono, Yeremia Mendrofa, Madsuri, Wawan Sumarwan, Toha, dan Nia Purnamasari.

Melalui kunjungan tersebut, Fraksi PDI Perjuangan Banten mendorong penguatan kesiapsiagaan bencana secara menyeluruh, mulai dari pemantauan ancaman, koordinasi antarlembaga, percepatan penyampaian informasi, hingga kesiapan masyarakat melakukan evakuasi. (*)

DPRD Kota Tangsel Mengucapkan Selamat Dirgahayu Republik Indonesia ke 81 Tahun.
Bapenda Kabupaten Tangerang Mengucapkan Dirgahayu Republik Indonesia ke 81 Tahun.
Kecamatan Legok Mengucapkan Bersyukur dan Bangga Pemkab Tangerang Meraih Penghargaan Daerah Peduli Inovasi Ekonomi Kreatif.
DKCTR Kota Tangsel Mengucapkan Selamat Dirgahayu Republik Indonesia ke 81 Tahun.
LAINNYA