Kota Tangerang Masuk 12 Besar Nasional Pengendalian Inflasi, Kemendagri Apresiasi Kinerja Nyata Pemda

waktu baca 3 menit
Selasa, 28 Apr 2026 20:26 0 117 Redaksi

SEPUTARBANTENID – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang berhasil mencatatkan prestasi membanggakan dengan masuk dalam 12 besar daerah terbaik di Indonesia dalam pengendalian inflasi versi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Capaian tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Pengendalian Inflasi Daerah yang dipimpin Sekretaris Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir Balaw, pada Senin (27/04/2026) secara virtual.

Dalam forum tersebut, pemerintah pusat menilai berbagai langkah konkret yang dilakukan daerah mulai menunjukkan hasil positif di tengah tekanan inflasi yang masih terjadi di sejumlah wilayah. Kota Tangerang dinilai sebagai salah satu daerah yang aktif, konsisten, dan terukur dalam menjalankan strategi pengendalian inflasi.

Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir Balaw menegaskan, keberhasilan pengendalian inflasi tidak terlepas dari sinergi kuat antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat.

“Daerah yang berhasil mengendalikan inflasi adalah yang mampu bergerak cepat, menjaga pasokan, serta memastikan distribusi tetap lancar. Konsistensi dan kolaborasi menjadi kunci utama,” ujarnya.

Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk terus memperkuat strategi, mulai dari pemantauan harga secara rutin, intervensi pasar, hingga kerja sama antar daerah guna menjaga stabilitas pasokan dan harga.

Sekretaris Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir Balaw.

Sekretaris Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir Balaw.

Sementara itu, Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menegaskan bahwa Pemkot tidak hanya menjalankan fungsi koordinasi, tetapi juga memastikan implementasi kebijakan langsung di lapangan.

“Pemkot Tangerang tidak hanya mengikuti arahan, tetapi memastikan aksi nyata dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat,” tegasnya.

Berbagai langkah konkret telah dilakukan, di antaranya operasi pasar murah, inspeksi mendadak ke pasar dan distributor, kerja sama dengan daerah penghasil komoditas, program gerakan menanam, hingga penyaluran bantuan melalui Belanja Tidak Terduga (BTT).

Selain itu, dukungan transportasi dari APBD seperti bus Tayo dan angkutan Si Benteng turut dimaksimalkan untuk memperlancar distribusi barang.

Pemkot juga memperkuat sistem pemantauan harga berbasis digital melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), sehingga pergerakan harga dapat dipantau secara real time dan respons kebijakan bisa dilakukan lebih cepat. Kolaborasi dengan pelaku usaha dan pasar tradisional pun terus ditingkatkan guna menjaga stabilitas rantai pasok.

Tak hanya fokus pada sisi distribusi, edukasi kepada masyarakat juga digencarkan agar lebih bijak dalam konsumsi, sehingga turut menjaga keseimbangan permintaan di pasar.

Berdasarkan data inflasi per Maret 2026, Kota Tangerang mencatat angka 3,01% (year on year), lebih rendah dibandingkan Provinsi Banten sebesar 3,55% dan nasional sebesar 3,48%. Sektor transportasi, bahan pangan, dan energi masih menjadi penyumbang utama inflasi.

Pemkot Tangerang menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pengendalian inflasi demi menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas harga.

“Kami akan terus memastikan kebijakan ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kami juga mengapresiasi peran aktif masyarakat dan pelaku usaha dalam menjaga keseimbangan harga,” tutup Sachrudin.

Dengan berbagai langkah strategis tersebut, Kota Tangerang diharapkan tidak hanya mampu menjaga stabilitas harga di tingkat lokal, tetapi juga menjadi rujukan nasional dalam pengendalian inflasi.(*)

Kecamatan Legok Mengucapkan Selamat Hari Kartini.
DPRD Kota Tangerang Selatan Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri Mohon Maaf Lahir Dan Batin 1447 H / 2026 M.
DBMSDA Kabupaten Tangerang Mengucapkan Selamat Idul Fitri Mohon Maaf Lahir dan Batin Tahun 2026.
DPMPTSP Kota Tangsel Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H / 2026 M.
LAINNYA