Wabup Intan Canangkan Inovasi Desa Bebas TBC Melalui Program Unggulan Tunas di Taban Kecamatan Jambe

waktu baca 3 menit
Selasa, 24 Jun 2025 16:41 1 10066 Redaksi

SeputarBantenID – Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah mencanangkan inovasi Desa Bebas Tuberkulosis (DBT) yang digelar di Aula Kantor Desa Taban Kecamatan Jambe, Selasa (24/6/25)

 

Dalam sambutannya, Wabup Intan mengatakan Tuberkulosis masih menjadi tantangan kesehatan di Indonesia, termasuk di Kabupaten Tangerang. Untuk itu, komitmen kuat dan kolaborasi lintas sektor sangat diperlukan agar upaya eliminasi TBC pada tahun 2030 dapat dicapai.

 

“Melalui pencanangan Desa Bebas TBC ini, kita menunjukkan bahwa pencegahan dan pengendalian TBC menjadi tanggung jawab bersama, baik para tenaga medis, kader dan seluruh lapisan masyarakat,” ujar Wabup Intan

 

Menurut dia, pencanangan Desa Bebas Tuberkulosis merupakan langkah strategis yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan berdaya saing. Pencanangan ini dimulai dari tingkat desa, agar lahir komunitas-komunitas yang peduli kesehatan dan mampu melakukan deteksi dini, serta tidak memberi ruang bagi stigma terhadap penderita TBC.

 

“Program ini tidak hanya bersifat kuratif, tetapi juga komprehensif dan partisipatif. Masyarakat didorong untuk aktif mendeteksi, melaporkan, hingga mendukung pengobatan penderita TBC, termasuk pemberian terapi pencegahan TBC bagi kontak erat,” jelasnya

Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah.

Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah.

Dia menambahkan Pemerintah Kabupaten Tangerang terus berkomitmen untuk mewujudkan generasi yang unggul melalui program unggulan TUNAS (Talenta Unggul, Generasi Sehat). Melalui program TUNAS, kita berharap generasi masa depan Kabupaten Tangerang  tidak hanya cerdas dan berprestasi, tetapi juga kuat dan sehat jasmani serta rohaninya.

 

“Memberantas TBC sejak dini merupakan langkah strategis yang sangat penting dalam mewujudkan generasi unggul tersebut. Mari kita jadikan pencanangan ini bukan sekadar seremonial belaka tetapi menjadi awal aksi nyata mewujudkan seluruh wilayah Kabupaten Tangerang dapat terbebas dari Tuberkulosis,” pungkasnya

 

Kadis Kesehatan Kab. Tangereng Achmad Muchlis melaporkan bahwa pelaksanaan strategi Inovasi Desa Tuberkulosis (DBT) di Desa Taban dimulai pada tanggal 3 Juni – 19 Juni 2025 di 8 RT. Pelaksanaan Skrining  Tuberkulosis melalui kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dilakukan sebanyak 3 kali perminggu sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan oleh tim Skirining Puskesmas Jambe dan berkoordinasi dengan Ketua TP PKK Desa selaku bidang advokasi dan kemitraan.

Kegiatan Pencangan inovasi Desa Bebas Tuberkulosis (DBT) di Aula Kantor Desa Taban Kecamatan Jambe.

Kegiatan Pencangan inovasi Desa Bebas Tuberkulosis (DBT) di Aula Kantor Desa Taban Kecamatan Jambe.

“Selama 8 hari pelaksanaan skrining Tuberkulosis melalui kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Desa Taban, sudah dilakukan skrining TBC sebanyak 410 orang, didapat 73 orang terduga TBC yang setelah dilakukan pemeriksaan Tes Cepat Molekuler (TCM) hasilnya seluruhnya negatif,” jelasnya

 

Pihaknya menargetkan pelaksanaan skrining TBC melalui CKG berlangsung sampai dengan Bulan Agustus 2025, dengan target harian 200 orang.  Diharapkan skrining TBC melalui CKG dapat memperlihatkan hasil yang memuaskan bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat Kecamatan Jambe, Khususnya Desa Taban.

 

“Dinas Kesehatan optimis untuk keberhasilan Kabupaten Tangerang dalam Eliminasi Tuberkulosis Tahun 2030. Launching inovasi Desa Bebas Tuberkulosis di Desa Taban ini, juga akan diperluas di 29 kecamatan yang ada,” ungkapnya(*)

1 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Avatar
    pufhwfwowgwh
    1 tahun  lalu

    My video editing is absolutely at a beginner level, but playing with the program has proven to be as exciting as it is very intuitive. Looking forward to progressing my ability, sharing my work and becoming a proficient video editor. Finding the right video editing tool depends on your needs, skill level, and platform preference. While CapCut is a popular choice for mobile and online editing, CapCut ban force some users to find alternatives. Whether you’re a PC user looking for powerful desktop software, a mobile creator on the go, or someone who prefers online solutions, there are some alternatives to CapCut for your choice. The mobile application InShot serves video-editing needs of social media creators. It is offering quick optimization tools for their video content. Its user-friendly navigation system simplifies video cuts and filter applications. In this way, users can create perfect social media content. They can have access to the built-in tools for Instagram Stories, TikTok videos, etc.
    https://www.posteezy.com/node/add/post
    Video editor rates vary significantly depending on the location, experience level, and project type. Here’s a comparison of average hourly rates for video editors in different regions:  Charge for every hour you’re booked, not just editing time. That includes prep, meetings, revisions, even setting up and tearing down gear. If a client wants you for eight hours, your day rate must cover more than eight hours of editing. Capture provides flat-rate video production pricing for businesses, making it easy to plan marketing budgets. Get all the marketing videos you need and more at a simple monthly rate. View our pricing or contact us to learn more! Professional agencies with video editing services and freelance video editors both have their merits and offer various rates to edit a video. When choosing the option that best suits your needs, consider the complexity and size of your project, your budget, and how much video editing assistance you’re looking for.

    Balas
LAINNYA