Banteng Banten Dilepas ke Surabaya untuk Soekarno Cup 2026, Wanto Sugito: Berikan yang Terbaik

waktu baca 4 menit
Minggu, 9 Agu 2026 00:36 0 12 Redaksi

KOTA TANGSEL, SEPUTARBANTENID — Banteng Banten FC resmi dilepas menuju Surabaya untuk mengikuti Soekarno Cup 2026 dengan membawa misi mengharumkan nama Provinsi Banten. Sekretaris DPD PDI Perjuangan Provinsi Banten, Wanto Sugito, meminta 25 pemain yang terdiri dari 20 pemain U-17 dan lima pemain senior untuk memberikan kemampuan terbaik selama menjalani kompetisi.

Pelepasan skuad Banteng Banten berlangsung di DPC PDI Perjuangan Kota Tangerang Selatan, Sabtu (8/8/2026) malam. Jajaran pengurus partai, anggota legislatif, manajemen, tim pelatih, serta orang tua pemain hadir memberikan dukungan sebelum rombongan bertolak menggunakan bus menuju Surabaya.

Wanto mengatakan keberangkatan Banteng Banten ke Soekarno Cup 2026 bukan sekadar perjalanan mengikuti turnamen. Para pemain membawa harapan untuk menunjukkan kemampuan sekaligus menjaga nama baik Banten di panggung sepak bola nasional.

“Ini bukan sekadar melepas tim sepak bola. Anak-anak kita berangkat membawa semangat, harapan, dan keyakinan untuk membawa nama baik Provinsi Banten,” kata Wanto.

Wanto Minta Pemain Berikan Kemampuan Terbaik

Wanto optimistis Banteng Banten mampu bersaing dalam Soekarno Cup 2026. Menurutnya, keyakinan tersebut didukung persiapan tim yang telah berlangsung secara intensif dalam beberapa bulan terakhir.

Ia menyebut terdapat tiga fondasi penting yang harus terus dijaga pemain untuk menghadapi kompetisi, yakni latihan yang baik, disiplin, dan kerja sama tim.

“Kalau ingin menang, ada tiga hal: latihan yang baik, disiplin, dan kerja sama tim. Saya melihat tiga hal itu sudah ada di Banteng Banten,” ujarnya.

Wanto juga mengingatkan bahwa target dan harapan besar harus dibarengi kerja keras. Para pemain diminta tidak hanya percaya pada kemampuan sendiri, tetapi juga tetap rendah hati menghadapi setiap lawan.

“Kalau kita punya keinginan yang kuat dari dalam hati, alam semesta akan membantu mewujudkannya. Tetapi cita-cita besar harus dibarengi usaha yang sungguh-sungguh,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Wanto menitipkan tiga pesan kepada skuad Banteng Banten.

Pertama, pemain diminta menjaga sportivitas sepanjang pertandingan. Menurutnya, kemenangan harus diraih melalui perjuangan yang fair dan terhormat.

“Kita ingin menang, tetapi menanglah dengan cara yang terhormat. Sportivitas harus tetap dijaga,” tegasnya.

Kedua, menjaga kekompakan. Wanto mengingatkan bahwa atmosfer pertandingan di Surabaya akan berbeda dengan laga-laga uji coba yang telah dijalani. Tekanan mental dan psikologis harus dihadapi bersama sebagai sebuah tim.

Ketiga, memberikan kemampuan terbaik.

“Tahun ini Banten bisa mengirimkan tim terbaik. Karena itu, berikan kemampuan terbaik kalian,” ujarnya.

Menurut Wanto, keberhasilan Banteng Banten tidak semata-mata diukur dari hasil akhir pertandingan. Disiplin, sportivitas, kekompakan, serta kemampuan menjaga nama baik daerah juga menjadi bagian penting dari perjuangan tim.

Abraham Ungkap Proses Panjang Pembentukan Tim

Abraham Garuda Laksono (kiri) dan Wanto Sugito saat melepas skuad Banteng Banten menuju Soekarno Cup di Surabaya, Sabtu (8/8) malam. (Foto: Ist)

Wakil Ketua Bidang Pariwisata, Pemuda dan Olahraga DPD PDI Perjuangan Provinsi Banten, sekaligus Ketua Panitia Soekarno Cup Banten, Abraham Garuda Laksono, mengatakan pembentukan Banteng Banten telah dimulai sejak Mei 2026.

Ratusan pemain muda dari berbagai wilayah di Banten mengikuti proses seleksi. Setelah melalui sejumlah tahapan seleksi dan latihan, terpilih 25 pemain yang dipersiapkan secara intensif untuk menghadapi Soekarno Cup 2026.

“Setelah proses panjang, Alhamdulillah, inilah 25 putra terbaik Banten yang akan membawa nama Banten di Soekarno Cup 2026,” ujar Abraham.

Sejak awal Juli, para pemain menjalani training camp dengan tinggal dan berlatih bersama. Program tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga membangun kekompakan dan mental bertanding.

Banteng Banten juga menjalani sejumlah laga uji coba untuk mengukur perkembangan permainan sekaligus menentukan komposisi terbaik sebelum turnamen.

Dari sisi teknis, tim diperkuat head coach berlisensi A, asisten pelatih berlisensi, serta masseur dan tim medis bersertifikat. Seluruh tim dan ofisial juga telah terverifikasi dan terdaftar dalam Soekarno Cup 2026.

Ujian Perdana Hadapi Runner-up Tahun Lalu

Perjalanan Banteng Banten di Soekarno Cup 2026 akan langsung menghadirkan ujian berat. Pada 11 Agustus 2026, mereka dijadwalkan menghadapi Banteng Bali, runner-up Soekarno Cup 2025, di Lapangan Thor Surabaya.

Laga tersebut menjadi ujian awal bagi skuad Banten setelah menjalani proses seleksi dan persiapan selama beberapa bulan.

Para pemain dituntut menerjemahkan hasil latihan ke dalam pertandingan, menjadikan kekompakan sebagai kekuatan, serta mampu menjaga ketenangan ketika menghadapi tekanan kompetisi.

Abraham berharap seluruh proses yang telah dijalani Banteng Banten dapat berbuah prestasi.

“Doakan dan dukung anak-anak kita. Mudah-mudahan kami bisa memberikan hasil terbaik, pulang membawa Piala Soekarno Cup, dan membawa Banten menjadi tuan rumah Soekarno Cup 2027,” ujarnya.

Membawa Misi Pembinaan Generasi Muda

Keikutsertaan Banteng Banten dalam Soekarno Cup 2026 juga menjadi bagian dari upaya pembinaan olahraga dan generasi muda di Banten.

Soekarno Cup mengusung semangat Nation and Character Building. Karena itu, kompetisi tidak hanya berorientasi pada hasil pertandingan, tetapi juga menjadi ruang untuk menanamkan nilai disiplin, kerja keras, sportivitas, gotong royong, dan pembentukan karakter.

Bagi Banten, keikutsertaan Banteng Banten menjadi kesempatan untuk menguji hasil pembinaan sekaligus menunjukkan potensi sepak bola muda daerah di level nasional.

Pelepasan skuad Banteng Banten turut dihadiri sejumlah jajaran pengurus dan kader PDI Perjuangan, di antaranya Iwan Rahayu, Adi Surya, Asep Rachmatullah, Nia Purnamasari, Gatot Wibowo, Christopher Sebastian, Wawan Sumarwan, Yeremia Mendrofa, Gesuri Mesias Bintang Merah, Muhlis, dan Bambang Janoko. (*)

LAINNYA