Dari Banten ke Surabaya, Banteng Banten U-17 Memburu Trofi Soekarno Cup 2026

waktu baca 4 menit
Selasa, 11 Agu 2026 19:56 0 25 Redaksi

SEPUTARBANTENID — Membawa nama Provinsi Banten, Banteng Banten U-17 siap bertarung di Soekarno Cup 2026 dengan target memberikan hasil terbaik dan memburu trofi juara. Skuad yang dihuni 25 pemain terbaik Banten itu telah melalui proses seleksi, pemusatan latihan, hingga sejumlah pertandingan uji coba sebelum tampil di panggung nasional.

Soekarno Cup U-17 2026 resmi dibuka di Lapangan 10 November Surabaya, Senin (10/8/2026). Turnamen yang diikuti 16 provinsi tersebut menjadi kesempatan bagi para pemain muda untuk menguji kemampuan sekaligus menunjukkan potensi di hadapan persaingan antardaerah.

Keikutsertaan Banteng Banten dalam turnamen ini merupakan hasil dari proses panjang yang dimulai sejak seleksi pemain pada Mei 2026. Setelah melalui tahapan seleksi, para pemain kemudian menjalani training camp dan sejumlah laga uji coba untuk membangun kekompakan serta mematangkan kesiapan tim.

Wakil Ketua Bidang Pariwisata, Pemuda dan Olahraga DPD PDI Perjuangan Provinsi Banten Abraham Garuda Laksono mengatakan, seluruh proses tersebut kini harus dibuktikan di lapangan.

“Pembukaan hari ini menjadi momentum bagi kami untuk melihat anak-anak tampil di panggung nasional. Setelah melalui proses seleksi yang panjang, training camp, dan sejumlah uji coba, sekarang waktunya mereka menunjukkan hasil kerja kerasnya,” kata Abraham.

Menurut Abraham, 25 pemain yang dibawa ke Surabaya merupakan pemain terbaik hasil proses pembinaan yang telah dilakukan. Mereka tidak hanya membawa nama Banteng Banten, tetapi juga menjadi representasi Provinsi Banten dalam kompetisi nasional.

“Setelah proses panjang, Alhamdulillah, 25 pemain terbaik Banten bisa sampai di titik ini. Mereka bukan hanya membawa nama tim, tetapi membawa nama Banten,” ujarnya.

Memburu Trofi Soekarno Cup

Abraham menegaskan Banteng Banten datang ke Surabaya dengan ambisi meraih prestasi. Target membawa pulang trofi Soekarno Cup menjadi salah satu motivasi bagi para pemain dalam menjalani setiap pertandingan.

“Kami tentu punya target. Kami ingin memberikan yang terbaik dan kalau bisa membawa pulang Piala Soekarno Cup,” katanya.

Meski demikian, Abraham mengingatkan para pemain agar tidak terbebani target tersebut. Ia meminta mereka tetap tenang, fokus, percaya terhadap proses, serta menjalankan instruksi pelatih dengan disiplin.

“Anak-anak harus tetap tenang, fokus, percaya pada proses, dan bermain dengan semangat serta sportivitas,” ujarnya.

Ia menilai pengalaman tampil dalam kompetisi nasional akan menjadi modal penting bagi para pemain untuk mengembangkan kemampuan dan mental bertanding.

Menurut Abraham, Soekarno Cup bukan hanya tentang menang dan kalah. Kompetisi tersebut juga menjadi kesempatan bagi pemain muda Banten untuk mendapatkan pengalaman menghadapi tim-tim dari berbagai daerah.

“Doakan dan dukung anak-anak Banten. Mudah-mudahan perjuangan mereka di Surabaya memberikan hasil terbaik dan menjadi awal perjalanan mereka menuju sepak bola profesional, bahkan Timnas Indonesia,” katanya.

Wanto Sugito: Jaga Nama Baik Banten

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Provinsi Banten Wanto Sugito yang turut menyaksikan pembukaan Soekarno Cup mengatakan, perjuangan Banteng Banten harus dibarengi dengan sikap disiplin dan sportivitas.

Menurut Wanto, kehadiran 16 provinsi menjadikan Soekarno Cup sebagai ruang bagi pemain muda untuk berkompetisi sekaligus membangun persahabatan dan persatuan.

“Senang dan bangga bisa menyaksikan langsung pembukaan Soekarno Cup di Surabaya. Ini bukan sekadar kompetisi sepak bola, tetapi juga ruang untuk membangun karakter, disiplin, persatuan, dan sportivitas anak-anak muda kita,” ujar Wanto.

Ia meminta pemain Banteng Banten menjaga nama baik daerah selama mengikuti turnamen. Ambisi meraih kemenangan, kata Wanto, harus tetap berjalan bersama penghormatan terhadap lawan.

“Kami tentu ingin Banten meraih hasil terbaik. Tetapi yang tidak kalah penting, anak-anak harus bertanding dengan disiplin, bekerja sama, menghormati lawan, dan menjaga sportivitas. Menang itu penting, tetapi menang dengan cara yang terhormat jauh lebih penting,” katanya.

Wanto berharap panggung Soekarno Cup dapat menjadi batu loncatan bagi para pemain Banten untuk menapaki karier yang lebih tinggi.

“Semoga dari panggung ini lahir pemain-pemain muda yang kelak bisa bermain di level profesional dan memperkuat Timnas Indonesia,” ujarnya.

Soekarno Cup Jadi Panggung Talenta Muda

Ketua Panitia Nasional Soekarno Cup Komarudin Watubun mengatakan turnamen ini tidak semata-mata diarahkan untuk mencari juara. Kompetisi tersebut juga menjadi bagian dari proses pembentukan karakter generasi muda.

“Karakter lebih penting daripada sekadar meraih trofi,” ujar Komarudin.

Ia menekankan pentingnya nilai disiplin, sportivitas, persatuan, dan kerja sama dalam proses pembinaan pemain usia muda.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi berharap Soekarno Cup dapat melahirkan talenta-talenta baru yang mampu melanjutkan karier ke sepak bola profesional hingga memperkuat Timnas Indonesia.

Bagi Banteng Banten U-17, perjalanan dari Banten menuju Surabaya kini memasuki tahap pembuktian. Setelah melewati proses persiapan panjang, 25 pemain siap memberikan kemampuan terbaik demi membawa nama Banten bersaing dan memburu trofi Soekarno Cup U-17 2026 (*)

LAINNYA