Peserta Sosialisasi Empat Pilar di Jayanti. Tangerang — Dalam rangka menanamkan nilai-nilai kebangsaan di lingkungan pendidikan keagamaan, Anggota MPR RI sekaligus Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Moh. Rano Alfath, menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang berlangsung di Pesantren Al Badar, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Senin (15 Desember 2025).
Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 110 peserta yang terdiri dari santri, pengasuh pesantren, ustaz, serta tokoh ulama setempat.
Dengan suasana yang khidmat namun tetap hangat, kegiatan ini menjadi ruang dialog antara santri dan wakil rakyat untuk membahas peran nilai keagamaan dan kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Mengusung tema peran santri dalam menjaga akhlak, persatuan, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Rano mengajak para santri untuk memahami bahwa nilai keislaman dan kebangsaan bukanlah dua hal yang bertentangan, melainkan saling menguatkan.
“Jadi santri itu bukan cuma pinter ngaji, tapi juga punya akhlak yang baik dan peduli sama sekitar. Cinta agama iya, cinta Indonesia juga iya. Dua-duanya jalan bareng,” ujar Rano di hadapan para santri.
Ia menegaskan bahwa pesantren sejak dahulu memiliki peran penting dalam perjalanan bangsa Indonesia, tidak hanya dalam bidang pendidikan agama, tetapi juga dalam menjaga persatuan dan nilai moral masyarakat.
Menurutnya, santri memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi contoh dalam bersikap moderat, toleran, dan berakhlak mulia di tengah masyarakat.
Rano juga menyoroti tantangan zaman yang dihadapi generasi muda saat ini, termasuk santri, seperti pengaruh budaya instan, pergeseran nilai, dan informasi yang tidak selalu sejalan dengan ajaran agama maupun nilai kebangsaan.

Rano Alfath Sosialisasi Empat Pilar di Jayanti.
Oleh karena itu, Empat Pilar Kebangsaan perlu dijadikan pegangan agar santri tidak kehilangan arah.
“Sekarang ini godaannya banyak. Kalau enggak kuat nilai, gampang kebawa. Pesantren ini bentengnya. Dari sinilah lahir orang-orang yang bukan cuma pintar, tapi juga lurus sikapnya,” tambahnya.
Dalam sesi diskusi, para santri dan pengasuh pesantren menyampaikan pandangan mengenai peran santri di tengah masyarakat, termasuk dalam menjaga kerukunan antarumat beragama dan membantu menyelesaikan persoalan sosial di lingkungan sekitar.
Rano menyambut baik pandangan tersebut dan mendorong santri untuk aktif berkontribusi di masyarakat dengan tetap menjunjung tinggi akhlak dan semangat kebangsaan.
Kegiatan ini ditutup dengan ajakan agar para santri terus belajar, menjaga adab, dan tidak ragu mengambil peran positif di tengah masyarakat.
Rano menegaskan bahwa santri merupakan aset bangsa yang memiliki peran strategis dalam menjaga masa depan Indonesia.
“Kalau akhlaknya dijaga, ilmunya dipakai buat kebaikan, insyaallah santri jadi kekuatan besar buat bangsa ini,” pungkasnya.
Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan ini merupakan bagian dari komitmen MPR RI untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan di berbagai lapisan masyarakat, termasuk di lingkungan pesantren, sebagai fondasi kuat bagi persatuan dan keutuhan bangsa.